Senin, 17 November 2014

A. PENGERTIAN
1.    Ilmu Gizi ( Nutrienc Science ) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal / tubuh.
2.   Zat Gizi ( Nutriens)  adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energy, mambangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
3.   Gizi ( Nutrion ) adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi normal melalui proses digesti, absorbs, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan penegeluaran zat-zat yang tidask digunakan , untuk mempertahankan kehidupan, pertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
4.   Panganadalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
5.   Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat0zat gizi dan unsure-unsur/ ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bia sdimasukkan ke dalam tubuh.
6.   Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.
7.   Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
Kata “Gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yang  berarti ‘ makanan’. Ilmu gizi bias berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan, dan bahan makanan. Pengertian gizi terbagib secara klasik dan masa sekarang yaitu :
1.    Secara Klasik    : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energy, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses makanan dalam tubuh)
2.   Sekarang          :selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan beajar, produksivitas kerja.
B. SEJARAH PERKEMBANGAN
Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai professor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup, sedangkan pada zaman Yunani tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang mengatakab bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan. Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain :
1.    Penelitian tentang pernapasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari berkaitan oleh Antonie Lavoisier  ( 1743-1794). Mempelajari hal-ha yang berkaitan dengan penggunaan energy makanan yang meliputi proses pernapasaan, pksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang bhingga awal abad 20, adanya penelitian tentang pertuksaran energy dan sifat-sifat bahan makanan pokok.
2.   Penemuian Mineral – Sejak ama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
3.   Penemuan Vitamin – Awal abad 20 , vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887 – 1905 muncul penelitian – penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hsil ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
4.   Penelitian Tingkat Molekular dan Seluler – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoeh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Stelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-sel gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologic spesifik, penetapan kebvutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makan terhadap kandungan zat gizi.
5.   Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain : Pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi, pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bakerja dan produktivitas sarta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensia, pemenfaatan sifat struktura bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (pengaturan food labeling dan batas keracunan).
C. NGELOMPOKAN ZAT GIZI MENURUT KEBUTUHAN
Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet,berfungsi untuk menyuplai energy dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohidrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.
Mikronutrien
Golongan mironutrien terdiri dari:
1.    Karbohidrat-Glukosa;serat.
2.   Lemak/lipida-Asam linoleat(omega-6);asam linoleat(omega-3).
3.   Protein-Asam amino;leusin;isoleusin;lisin;metionin;fenialanin;treonin;valinhistidin;nitrogen nonesensial.
4.   Mineral-Kalsium;fosfor;natrium;kalium;sulfur;klor;magnesium;zat besi;selenium;seng;mangan;tembaga;kobalt;iodium;krom fluor;timah;nikel;silicon;arsen;boron;vanadium;molibden.
5.   Vitamin-Vitamin A(retinol);vitamin d(kolekalsiferol);vitamin E(tokoferol);vitamin K;tiamin;riboflavin;niaclin;biotin;folasin/folat;vitamin B6;vitamin B12;asam pantotenat;vitamin C.
6.   Air



MANFAAT ZAT GIZI BAGI WANITA
A.KARBOHIDRAT DAN EFEKNYA BAGI KESEHATAN
   Manfaat karbohidrat bagi kesehatan
a.   Sumber energy
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energy bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber uatama bagi penduduk di seluruh dunia, karena banyak di dapat di alam dan harganya relative murah, 1 gr karbohidrat menghasilkan  4kalori.
b.   Penghemat protein   
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi energy, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya jika karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.
c.   Metabolisme lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asetoa setat, aseton dan asam beta hidroksi butirat.bahan-bahan ini di bentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui urine dengan mengikat basa berupa ion natrium.  
d.   Memberi rasa manis pada makanan
Karbohidrat memberi rasa manis pada makanan, khususnya mono dan disakarida. Sejak lahir manusia menyukai rasa manis. Alat kecapan pada ujung lidah merasakan rasa manis tersebut. Gula tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fluktosa adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat kemanisan fraktosa adalah 1,7, glukosa 0,7, maltose 0,4, laktosa 0,2.
e.   Mengatur pengeluaran feaces
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltic usus dan member bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltic usus, sedangkan hemi selulosa dan pectin mampu menyerap banyak air dalam usus, sedangkan hemi selulosa dan pectin mampu menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan yang akan dikeluarkan.
Efek Karbohidrat Bagi Kesehatan
1. Dm atau Kencing Manis
Adalah penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan adanya insulin atau tidak berfungsinya hormone insulin di dalam tubuh. Fungsi insulin adalah untuk mentransfer glukosa darah ke dalam sel sehingga glukosa dapat digunakan sebagai sumber energy. Bila hormone insulin tidak ada (tidak berfungsi) maka akan terjadi penumpukan kadar glukosa/gula dalam darah. Sedangkan gejala-gejala penderiat diabetes,anatara lain ditandai dengan frekuensi BAK yang meningkat,kelemahan akibat gangguan nutrisi tingkatan-tingkatan sel,keputihan pada wanita yang sukar  disembuhkan karena infeksi jamur, gangguan penglihatan karena gangguan nutrisi pada sel-sel retina, mata dan lain-lain.
2. Obesitas
Sumber karbohidrat itu tidak hanya nasi, kentang, mie dan lain-lain, tetapi kue-kue, biscuit dan es cream. Kelebihan karbohidrat ini diolah tubuh dan disimpan menjadi sel lemak juga. Umumnya sumber makanan yang membuat orang menjadi gemuk adalah makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak. Lemak banyak dijumpai pada daging, lemak, minyak, dan jeroan seperti usus, hati, paru, jantung, ginjal, sumsum otak dan sebagainya. Sedangkan karbohidrat banyak dijumpai pada nasi, roti, gula dan produk makanan yang menggunakan gula.
3.   Intoleransi Laktosa
Adalah kondisi dimana lactase sebuah enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa, tidak diproduksi dalam masa dewasa. Untuk menguji batas toleransi laktosa dapat dilakukan tes pernapasan hydrogen atau tes keasaman kotoran. Agar didapatkan diagnosis klinis. Gejala batas toleransi laktosa yang muncul akibat dari konsumsi laktosa yang terlalu banyak adalah produksi gas yang berlebihan atau serangan iare. Orang yang memiliki kelainan batas toleransi laktosa dapat meminum sekitar 250 ml susu setiap tanpa gejala yang parah.
B. LEMAK DAN EFEKNYA BAGI KESEHATAN
Lemak adalah sekelompok ikatan organic yang terdiri atas unsure-unsure karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) yang mempunyai sifat dapat larut pada zat-zat pelarut tertentu lemak di dalam makanan memegang peranan penting adalah lemak netral, atau trigli serida yang molekulnya asam lemak, yang dikaitkan pada gliserol tersebut dengan ikatan ester, jaringan lemak di dalam tubuh di anggap tidak aktif, jadi tidak ikut dalam metabolism sehari-hari, tetapi merupakan cadangan energy yang berlebihan yang tidak terpakai.
Sumber Lemak
Menurut sumbernya lemak dibedakan menjadi lemak nabati dan hewani. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam susunan asam lemaknya, lemak nabati lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang menyebabkan titik cairyang lebih rendah, dan dalam suhu kamar bentuk cair disebut minyak. Lemak hewani mengandung asam lemak jenuh, mempunyai rantai karbon panjang yang mengakibatkan dalam suhu kamar berbentuk padat.
Efek Lemak Bagi Kesehatan
Penyakit yang berhubungan dengan lemak. Dalam fungsinya sebagai salah satu zat gizi penghasil enegi, kekurangan konsumsi lemak akan mengurangi konsumsi kalori. Dalam kaitannya sebagai pelarut vitamin, defisiensi vitamin yang larut lemak. Pada binatang percobaan defisiensi lemak menimbulkan kelainan kulit dan rambut.
C. PROTEIN DAN EFEKNYA BAGI KESEHATAN
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat hubungannya dengan proses kehidupan. Nama protein berasal dari bahasa Yunani Protebos, yang artinya “yang pertama” atau “yang penting”. Di dalam sel protein terdapat sebagai protein struktur maupun protein metabolic. Molekul protein mengandung unsure-unsur c, a, o dan unsure khusus yang terdapat di dalam protein dan tidak terdapat di dalam molekul karbohidrat maupun lemak adalah hydrogen (N).
Sumber Protein
Sumber protein hewani dapat berbentuk daging dan alat-alat dalam hati, pancreas, ginjak, paru, jantung dan jeeroan serta susu dan telur juga ikan, kerang, dan jenis udang merupakan sumber protein yang baik. Ayam dan jenis burung lain serta telurnya juga merupakan sumber protein yang berkualitas baik.
Efek Protein Bagi Kesehatan
Penyakit kurang kalori dan protein (KKP/PCM/PEM). Defenisi protein secara ekstrim dengan kalori yang relative mencukupi. Dalam hal ini akan terjadi penyakit dengan gambaran klinis yang disebut kwashiorkor. Pada marasmus penderita sangat kurus,sesuai denagn sebutan tulang dan kulit. Kasus yang terbanyak ialah campuran kedua gambaran klinis di atas, disebabkan oleh kekurangan energy dan protein sekaligus. Keadaan campuran ini disebut mavasmik kwashiorkor, dan inilah yang disebut KKP. Penderita mempunyai berat badan di bawah standar untuk umurnya, tetapi mungkin tidak terlalu jauh dari bawah.
Penyakit Penyerta
Penyakit penyerta ini biasanya berupa infeksi. Penyakit infeksi yang sering dijumpai sebagai penyakit penyerta pada penderiat KKP adalah:
1.    Penyakit infeksi saluran pernapasan,terutama bagian atas
2.   Penyakit innfeksi saluran pencernaan,dengan gejala mencret dan
3.    Berbagai penyakit anak secara umum juga meningkatkan, baik dalam morbiditas maupun mortalitas.
D. VITAMIN DAN EFEKNYA BAGI KESEHATAN
Defenisi vitamin ini mula-mula dianggap mudah, dan diformulasikan dalam jumlah kecil dan harus didatangkan dari luar, karena tidak dapat disintesis oleh tubuh. Tidak semua vitamin mempunyai precursor sehingga tetap tidak dapat disintesis dalam tubuh. Vitamin yang memiliki provitamin hanya vitamin A dan dengan prekursor karotin, vitamin D dengan precursor 7 dehidrokolesterol, serta niasin dengan precursor triptofan.
Efek Vitamin Bagi Kesehatan
Tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu,tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Vitamin memiliki peranan spesifikdidalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolism di dalam tubuh akan terganggu karena fungsinya tidak dapat di gantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal denagn istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Disamping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolism pada tubuh.